Allah Subhanahu wa Ta'ala menciptakan laki-laki dan perempuan dengan fitrah masing-masing yang penuh kebijaksanaan.
Salah satu hikmah dari penciptaan ini adalah menjadikan laki-laki sebagai pemimpin bagi wanita.
Ini adalah ketetapan Allah yang tidak bisa diubah oleh siapa pun.
Dalam hal kepemimpinan, yang paling baik dan bermanfaat adalah jika laki-laki yang menjalankannya, karena setiap ketetapan Allah pasti mengandung kebaikan dan hikmah tersembunyi.
Sebagai seorang suami yang memimpin rumah tangga, ia harus bijaksana dalam menghadapi berbagai permasalahan, memastikan segala sesuatu berjalan dengan adil dan penuh kasih sayang.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman
اَلرِّجَالُ قَوَّامُوْنَ عَلَى النِّسَاۤءِ بِمَا فَضَّلَ اللّٰهُ بَعْضَهُمْ عَلٰى بَعْضٍ وَّبِمَآ اَنْفَقُوْا مِنْ اَمْوَالِهِمْ فَالصّٰلِحٰتُ قٰنِتٰتٌ حٰفِظٰتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللّٰهُ وَالّٰتِيْ تَخَافُوْنَ نُشُوْزَهُنَّ فَعِظُوْهُنَّ وَاهْجُرُوْهُنَّ فِى الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوْهُنَّ فَاِنْ اَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوْا عَلَيْهِنَّ سَبِيْلًا اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيْرًا
“Laki-laki (suami) adalah penanggung jawab atas para perempuan (istri) karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan) dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari hartanya.
Perempuan-perempuan saleh adalah mereka yang taat (kepada Allah) dan menjaga diri ketika (suaminya) tidak ada karena Allah telah menjaga (mereka).
Perempuan-perempuan yang kamu khawatirkan akan nusyuz, berilah mereka nasihat, tinggalkanlah mereka di tempat tidur (pisah ranjang), dan (kalau perlu,) pukullah mereka (dengan cara yang tidak menyakitkan).
Akan tetapi, jika mereka menaatimu, janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkan mereka.
Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”
(QS An-Nisā' [4]: 34).
Rasulullah ﷺ bersabda,
وَالرَّجُلُ رَاعٍ فِيْ أَهْلِهِ وَهُوَ مَسْؤُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ.
“Lelaki adalah pemimpin dalam keluarganya dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya.”
(Muttafaq ‘alaih).
Kebijaksanaan suami tentunya berhubungan dengan ketaatan dan ketakwaan seorang istri, dan sudah semestinya seorang istri belajar dari ketakwaan dan ketaatan istri Nabi Ibrahim ‘alaihimassalam yaitu Hajar.
Menjadi istri yang membantu suaminya dalam ketaatan kepada Allah.
Taatilah suami selama tidak bertentangan dengan syariat, berikanlah ketenangan kepadannya.
Semoga Allah mengaruniakan kepada kita semua pasangan yang shalih dan shalihah. Allahumma amin.
Allahu Ta’ala A’lam bishawab.
____
No comments:
Post a Comment