Di antara perkara yang sangat keras ancamannya adalah perbuatan bid'ah di kota Madinah, kota Rasulullah ﷺ.
Rasulullah ﷺ bersabda,
مَنْ أَحْدَثَ فِيهَا حَدَثًا أَوْ آوَى مُحْدِثًا فَعَلَيْهِ لَعْنَةُ اللَّهِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ (متفق عليه)
“Barangsiapa berbuat bid’ah di dalamnya (Madinah), atau melindungi pelaku bid’ah, maka baginya laknat Allah, para malaikat, dan manusia seluruhnya” (Muttafaq ‘Alaih).
Apakah pantas bagi seorang muslim, sementara ia berada di kota Rasulullah ﷺ, lalu ia menyelisihi sunnahnya dan membuat-buat perkara baru yang tidak pernah diajarkannya ﷺ? Tidak, demi Allah.
Semoga Allah ta'ala memberikan taufik kepada kita untuk senantiasa istiqomah di atas jalan yang lurus.
Tags : bid'ah,pelaku bid'ah,pelaku bidah,pelaku bid'ah susah taubat,pelaku bid'ah perkara buruk,dosa pelaku bidah,ahli bid'ah,ciri ciri pelaku bidah,kematian pelaku bidah,alangkah meruginya para pelaku bid'ah,ancaman bagi pelaku bidah,bidah,bid'ah hasanah,hadits yang tidak disukai para pelaku bid'ah,apakah pelaku bidah pasti neraka,bid'ah adalah,dosa bid'ah,bid'ah sesat,bid'ah pemecah belah ummt,bid'ah pemecah belah ummah,bid'ah dalam urusan agama
No comments:
Post a Comment