KAJIAN TENTANG MEMINTA PERLINDUNGAN DARI SETAN KETIKA KELUAR DARI MASJID
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengajarkan kepada kita beberapa doa ketika keluar dari masjid. Salah satu doa yang sudah kita bahas pada pertemuan sebelumnya berbunyi: “Bismillah, wassalamu ‘ala Rasulillah. Allahumma inni as’aluka min fadlik.“
Hari ini, kita akan membahas doa lain yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ketika keluar dari masjid. Doa tersebut berbunyi:
اللَّهُمَّ اعْصِمْنِي مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
“Ya Allah, lindungilah aku dari setan yang terkutuk.” (HR. Ibnu Majah)
Doa ini diajarkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan diriwayatkan dalam sebuah hadits oleh Imam Ibnu Majah. Kata Imam Al-Bushiri, sanadnya shahih. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda bahwa ketika seseorang keluar dari masjid, hendaklah dia mengucapkan salam kepada Nabi, kemudian mengucapkan doa tersebut.
Makna Doa
Inti dari doa ini adalah kita memohon perlindungan kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk. Setan memiliki tujuan untuk menjerumuskan manusia ke dalam perbuatan-perbuatan haram dan dosa. Dengan doa ini, kita meminta agar Allah melindungi kita dari segala tipu daya dan godaan setan.
Jika kita melawan setan sendirian, sering kali kita kalah, meskipun sebenarnya tipu daya setan itu lemah. Allah Azza wa Jalla berfirman dalam Al-Qur’an:
إِنَّ كَيْدَ الشَّيْطَانِ كَانَ ضَعِيفًا
“Sesungguhnya tipu daya setan itu lemah” (QS. An-Nisa’[4]: 76).
Namun, manusia juga lemah. Allah berfirman:
وَخُلِقَ الْإِنسَانُ ضَعِيفًا
“Manusia itu diciptakan dalam keadaan lemah” (QS. An-Nisa’[4]: 28).
Ketika yang lemah bertemu dengan yang lemah, siapa yang menang? Yang menang adalah mereka yang meminta perlindungan kepada Yang Maha Kuat, yaitu Allah. Oleh karena itu, kita dianjurkan untuk meminta perlindungan kepada Allah, salah satunya dengan membaca doa saat keluar dari masjid.
Kenapa kita perlu membaca doa ini saat keluar dari masjid? Karena ketika kita keluar dari masjid, kita sering kali disibukkan oleh urusan dunia, bukan akhirat. Dunia sering kali melalaikan, bahkan di dalam masjid pun pikiran kita kadang-kadang masih terfokus pada dunia. Misalnya, saat sedang shalat, yang seharusnya memikirkan Allah dan akhirat, kita malah memikirkan utang, cicilan, atau harga barang yang naik. Padahal, di masjid, kita seharusnya memikirkan akhirat. Karena dunia melalaikan, maka kita harus meminta perlindungan kepada Allah Azza wa Jalla.
Manusia itu lalai dengan berbagai macam. Ada yang lalai karena tidak peduli dengan hukum halal dan haram, terutama saat sedang menghadapi kesulitan ekonomi. Namun, ada juga yang ekonominya tidak susah, tetapi karena keserakahan, mereka tetap tidak peduli dengan hukum halal dan haram.
Misalnya, ketika seseorang meminjamkan uang sebesar Rp100.000 kepada tetangganya, lalu meminta pengembalian sebesar Rp110.000, itu adalah riba dan haram hukumnya. Ketika ditegur dengan mengatakan, “Bu, itu tidak boleh,” mereka menjawab, “Sudahlah, jangan bicara halal dan haram. Yang haram sulit dihindari.”
Ini adalah bentuk kelalaian terhadap hukum Allah Subhanahu wa Ta’ala, di mana mereka tidak lagi peduli dengan halal atau haram. Mereka hanya fokus pada dunia, sehingga lalai terhadap aturan agama.
Contoh lain dari kelalaian ini adalah terlalu sibuk bekerja sampai lupa waktu shalat. Lupa waktu makan masih bisa dimaklumi, tetapi lupa waktu shalat adalah masalah besar. Lupa makan mungkin hanya menyebabkan sakit, tetapi lupa shalat bisa membawa kerugian besar di akhirat.
Tags : https://www.radiorodja.com/54420-meminta-perlindungan-dari-setan-ketika-keluar-dari-masjid/
Tags : doa berlindung dari bisikan setan,doa agar terhindar dari bisikan setan,doa terhindar dari bisikan setan,doa terhindar dari setan,rumah terhindar dari setan,doa agar dijauhkan dari bisikan setan,doa berlindung dari fitnah dajjal dan artinya,doa berlindung dari fitnah dajjal,doa agar terhindar dari fitnah dajjal,kiat melepaskan diri dari sihir,cara melepaskan diri dari sihir dan gangguan jin sesuai sunnah,doa dijauhkan dari jin,doa terhindar dari fitnah dajjal
No comments:
Post a Comment