Sunday, 22 September 2024

5 GOLONGAN MANUSIA YANG TERHALANG DAN DIUSIR DARI AL-HAUDH YAITU TELAGA NABI ﷺ

(Bagi yang berminat untuk bergabung pada Grup WathsApp Tanya Jawab Kami : AL-FAWAID BERTANYA, Silahkan Mengirimkan No. WA-nya Pada Admin Grup Di Nomor Kami : 0853-4961-5332).

1- Hadits Tentang Telaga Nabi ﷺ :
= Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Munajjid berkata :
اصطلح المحدثون على تسمية الحديث الوارد هنا : " حديث الحوض " ، وللحديث ألفاظ وروايات متعددة ، ليس بينها - بفضل الله - اختلاف
“Para ulama ahli hadits memberikan istilah pada nama hadits yang menjelaskan akan masalah ini dengan : HADITS AL-HAUD (Hadits Tentang Telaga), dimana hadits tersebut memiliki beberapa lafazh riwayat yang beraneka ragam, dan pada riwayat-riwayat tersebut tidak ada perselisihan - dengan Karunia Allah -”.
(Fatawa Al-Islam no. 125919).
- - - - -
2- Beberapa Hadits Tentang Telaga Nabi ﷺ :
وهذه بعض الروايات بألفاظها المختلفة :
(1) عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ قَالَ : قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : (إِنِّي فَرَطُكُمْ عَلَى الْحَوْضِ مَنْ مَرَّ عَلَيَّ شَرِبَ ، وَمَنْ شَرِبَ لَمْ يَظْمَأْ أَبَدًا ، لَيَرِدَنَّ عَلَيَّ أَقْوَامٌ أَعْرِفُهُمْ وَيَعْرِفُونِي ، ثُمَّ يُحَالُ بَيْنِي وَبَيْنَهُمْ ، فَأَقُولُ : إِنَّهُمْ مِنِّي ، فَيُقَالُ : إِنَّكَ لَا تَدْرِي مَا أَحْدَثُوا بَعْدَكَ ، فَأَقُولُ : سُحْقًا ، سُحْقًا ، لِمَنْ غَيَّرَ بَعْدِي).
رواه البخاري (6583 و 7050) ومسلم (2290).
(2) عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَتَى الْمَقْبُرَةَ فَقَالَ : (السَّلَامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ وَدِدْتُ أَنَّا قَدْ رَأَيْنَا إِخْوَانَنَا) قَالُوا : أَوَلَسْنَا إِخْوَانَكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ ، قَالَ : (أَنْتُمْ أَصْحَابِي ، وَإِخْوَانُنَا الَّذِينَ لَمْ يَأْتُوا بَعْدُ). فَقَالُوا : كَيْفَ تَعْرِفُ مَنْ لَمْ يَأْتِ بَعْدُ مِنْ أُمَّتِكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ ؟ فَقَالَ : (أَرَأَيْتَ لَوْ أَنَّ رَجُلًا لَهُ خَيْلٌ غُرٌّ مُحَجَّلَةٌ بَيْنَ ظَهْرَيْ خَيْلٍ دُهْمٍ بُهْمٍ أَلَا يَعْرِفُ خَيْلَهُ) قَالُوا : بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ ، قَالَ : (فَإِنَّهُمْ يَأْتُونَ غُرًّا مُحَجَّلِينَ مِنْ الْوُضُوءِ وَأَنَا فَرَطُهُمْ عَلَى الْحَوْضِ، أَلَا لَيُذَادَنَّ رِجَالٌ عَنْ حَوْضِي كَمَا يُذَادُ الْبَعِيرُ الضَّالُّ ؛ أُنَادِيهِمْ : أَلَا هَلُمَّ . فَيُقَالُ : إِنَّهُمْ قَدْ بَدَّلُوا بَعْدَكَ . فَأَقُولُ : سُحْقًا سُحْقًا).
رواه مسلم (249).
(3) عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ : (إِنِّي عَلَى الْحَوْضِ أَنْتَظِرُ مَنْ يَرِدُهُ عَلَيَّ مِنْكُمْ ، فَلَيُقَطَّعَنَّ رِجَالٌ دُونِي ، فَلَأَقُولَنَّ : يَا رَبِّ أُمَّتِي أُمَّتِي ، فَلَيُقَالَنَّ لِي : إِنَّكَ لَا تَدْرِي مَا عَمِلُوا بَعْدَكَ ، مَا زَالُوا يَرْجِعُونَ عَلَى أَعْقَابِهِمْ).
رواه مسام (2294) وأحمد (24901).
(4) عن أَنَس بْن مَالِكٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : (لَيَرِدَنَّ عَلَيَّ الْحَوْضَ رِجَالٌ مِمَّنْ صَاحَبَنِي ، حَتَّى إِذَا رَأَيْتُهُمْ وَرُفِعُوا إِلَيَّ اخْتُلِجُوا دُونِي ، فَلَأَقُولَنَّ : أَيْ رَبِّ أُصَيْحَابِي أُصَيْحَابِي ، فَلَيُقَالَنَّ لِي : إِنَّكَ لَا تَدْرِي مَا أَحْدَثُوا بَعْدَكَ).
رواه البخاري (6582) ومسلم (2304).
(5) عن عَبْد اللَّهِ بنِ مسعود قال : قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : (أَنَا فَرَطُكُمْ عَلَى الْحَوْضِ لَيُرْفَعَنَّ إِلَيَّ رِجَالٌ مِنْكُمْ حَتَّى إِذَا أَهْوَيْتُ لِأُنَاوِلَهُمْ اخْتُلِجُوا دُونِي ، فَأَقُولُ : أَيْ رَبِّ أَصْحَابِي يَقُولُ : لَا تَدْرِي مَا أَحْدَثُوا بَعْدَكَ).
رواه البخاري (7049) ومسلم (2297).
“Inilah sebagian dari riwayat dan lafazhnya :
(1) Dari Sahl bin Sa’d berkata, Nabi ﷺ bersabda : (Akulah orang pertama yang mendatangi telaga, siapa yang menuju telagaku maka dia akan minum darinya, dan siapa yang meminumnya tidak akan pernah haus selama-lamanya, dan sungguh akan ada beberapa kaum yang mendatangiku dan aku mengenalnya dan mereka juga mengenaliku, kemudian antara aku dan mereka dihalangi. Maka aku berkata : Sesungguhnya mereka itu adalah bagian dari (ummat) ku. Maka dikatakan : Sesungguhnya engkau tidak mengetahui apa yang mereka perbuat sepeninggalanmu, maka aku berkata : Menjauh, menjauh, bagi orang yang mengubah agama sepeninggalanku.
(HR. Al-Bukhari no. 6583 dan 7050 serta Muslim no. 2290).

(2) Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah ﷺ pernah mendatangi perkuburan dan berkata : (Semoga keselamatan terlimpahkah atas kalian penghuni kuburan kaum mukminin, dan sesungguhnya Insya Allah kami akan bertemu kalian, sungguh aku sangat gembira seandainya kita dapat melihat saudara-saudara kita). Para sahabat bertanya : Tidakkah kami semua saudara-saudaramu wahai Rasulullah ? Beliau bersabda : Kalian adalah sahabatku, sedangkan saudara-saudara kita adalah mereka yang akan datang setelahnya. Sahabat kembali bertanya : Bagaimana engkau dapat mengenali mereka yang belum datang tersebut dari kalangan umatmu wahai Rasulullah ? Beliau bersabda : Apa pendapat kalian, seandainya seorang lelaki mempunyai seekor kuda yang berbulu putih yang berada di tengah-tengah sekelompok kuda yang hitam legam, bukankah dia akan mengenali kudanya itu ? Para Sahabat menjawab : Tentu wahai Rasulullah. Beliau bersabda : Maka mereka akan datang dalam keadaan putih bercahaya karena bekas wudhu’. Aku mendahului mereka ke telaga. Ingatlah! Ada golongan lelaki yang dihalangi dari datang ke telagaku sebagaimana dihalaunya unta-unta sesat. Aku memanggil mereka : Kemarilah kalian semua. Maka dikatakan : Sesungguhnya mereka telah merubah ajaranmu sepeninggalanmu. Maka aku bersabda : Menjauhlah, menjauhlah.
(HR. Muslim no. 249).

(3) Dari Aisyah ia berkata : Aku telah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda : Sesungguhnya aku akan berada di telaga sambil menunggu siapa diatara kalian yang akan mendatangiku, akan tetapi aka nada beberapa orang yang akan diputuskan dariku (dijauhkan dariku), lalu aku berkata : Wahai Rabbku, itu adalah ummatku, itu adalah ummatku, maka dikatakan kepadaku : Sesungguhnya engkau tidak mengetahuiapa yang mereka kerjakan sepeninggalanmu, mereka kafir atau melakukan kebid’ahan.
(HR. Muslim no. 2294 dan Ahmad no. 24901).

(4) Dari Anas bin Malik, bahwa Nabi ﷺ bersabda : (Akan datang beberapa orang yang pernah bersamaku, sampai ketika aku melihat mereka karena memang diperlihat kepadaku, tetapi mereka dihalangi untuk mendekatiku. Aku berkata : Wahai Rabb, mereka adalah sahabatku, sahabatku, lalu dikatakn kepadaku : Sesungguhnya engkau tidak mengetahui apa yang mereka perbuat sepeninggalanmu.
(HR. Al-Bukhari no. 6582 dan Muslim no. 2304).

(5) Dari Abdullah bin Mas’ud berkata, Nabi ﷺ bersabda : (Akulah orang pertama yang mendatangi telaga, lalu akan diperlihatkan kepadaku beberapa orang diantara kalian sampai ketika aku hendak meraih mereka, tetapi mereka dihalangi untuk mendekatiku, lalu aku berkata : Wahai Rabb, mereka adalah shabatku. Dia berkata : Engkau tidak mengetahui apa yang mereka perbuat sepeninggalanmu.
(HR. Al-Bukhari no. 7049 dan Muslim no. 2297).
- - - - -
3- Perbedaan Antara الحوض (Telaga Nabi ﷺ) dengan الكوثر (Al-Kau-tsar) ?
~ *AL-KAU-TSAR* :
Allah Ta’ala berfirman :
إنا أعطيناك الكوثر
"Sesungguhnya Kami (Allah) telah memberikan kepadamu (Wahai Muhammad) Al-Kautsar".
(QS. Al-Kautsar : 1).
~ Apa itu Al-Kautsar ?
Al-Kautsar dalam bahasa arab bermakna “kebaikan/nikmat yang banyak”, dan diantara nikmat yang banyak tersebut yang diberikan oleh Allah kepada Nabi ﷺ adalah “Sungai yang sangat besar yang berada didalam surga”.
(Tafsir AlQur-an Al-Karim karangan Syaikh Al-Utsaimin).
= Nabi ﷺ bersabda :
هل تدرونَ ما الكوثرُ ؟ قلنا : اللَّهُ ورسولُهُ أعلم قالَ فإنَّهُ نهرٌ وعدنيهِ ربِّي في الجنَّةِ
"Apakah kalian mengetahui apa itu Al-Kautsar ? Kami (para sahabat) berkata : Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui. Beliau bersabda : Sesungguhnya Al-Kautsar itu adalah sungai yang Tuhanku janjikan untukku didalam surga".
(Hadits Shahih).
(HR. Abu Dawud no. 784, At-Tirmidzi no. 2542, An-Nasai no. 904 dan yang lainnya).
- - -
~ *AL-HAUDH* :
Al-Haudh adalah telaga Nabi ﷺ yang berada diluar surga atau berada disamping surga dipadang mahsyar.
وأما الحوض، فإنه خارج الجنة يرده المسلمون قبل دخولهم الجنة، كما هو ظاهر كلام شراح الحديث ويشخب فيه ميزابان من الجنة، كما في حديث مسلم.
"Adapun Al-Haudh berada diluar surga yang akan didatangi oleh kaum muslimin sebelum mereka memasuki surga, sebagaimana yang nampak dari penjelasan para ulama ahli hadits, dan akan mengalir padanya 2 aliran air yang berasal dari surga sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Muslim".
(Fatawa Asy-Syabakah Al-Islamiyah Fatwa no. 58851).
= Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata :
ظاهر الحديث أن الحوض بجانب الجنة لينصب فيه الماء من النهر الذي داخلها
"Yang nampak dari hadits bahwa Al-Haudh berada di samping/sisi surga yang akan mengalir padanya air yang berasal dari sungai (Al-Kautsar) yang berada didalam surga".
(Fat-hul Bari : 11/466).
= Nabi ﷺ bersabda :
حَوْضِي مَسِيرَةُ شَهْرٍ مَاؤُهُ أَبْيَضُ مِنْ اللَّبَنِ وَرِيحُهُ أَطْيَبُ مِنْ الْمِسْكِ وَكِيزَانُهُ كَنُجُومِ السَّمَاءِ مَنْ شَرِبَ مِنْهَا فَلَا يَظْمَأُ أَبَدًا
"Luas telagaku sejauh perjalanan sebulan, airnya lebih putih daripada susu, dan baunya lebih wangi daripada parfum, dan cangkirnya (untuk dipakai minum sebanyak) bintang di langit, siapa yang meminumnya ia tidak akan haus selama-lamanya".
(HR. Al-Bukhari no. 6579 dan Muslim no. 2292).
Dan Al-Haudh ini letaknya sebelum (jembatan) Ash-Shirat menurut pendapat jumhur ulama (kebanyakan para ulama).
Dan tidak semua orang bisa minum dari Telaga Nabi ﷺ :
قال الإمام الحافظ أبو عمرو بن عبد البر: كل من أحدث في الدين فهو من المطرودين عن الحوض، كالخوارج، والرَّوافض، وسائر أصحاب الأهواء، قال: وكذلك الظلمة المسرفون في جور، وطمس الحق والمعلنون بالكبائر، قال: وكل هؤلاء يخاف عليهم أن يكونوا ممن عنوا بهذا الخبر والله أعلم
"Al-Imam Al-Hafizh Abu 'Amr Bin Abdil Barr berkata : Semua yang mengada-adakan perkara baru dalam urusan agama (pelaku bid'ah), maka dia termasuk dari golongan orang-orang yang akan diusir (dilarang minum) dari Telaga Nabi ﷺ seperti Khawarij, (Syi'ah) Rafidhah dan semua pengikut hawa nafsu. Beliau melanjutkan : Termasuk (orang yang melakukan) kezhaliman yang berlebihan dalam ketidak-adilan, menyembunyikan kebenaran, dan orang-orang yang menampakkan perbuatannya (ketika melakukan) dosa-dosa besar, maka mereka semua dikhawatirkan diantara golongan orang-orang yang dimaksud dengan hadits tersebut. Wallahu A'lam".
(Syarah Shahih Muslim : 3/137 karangan An-Nawawi).
*KESIMPULAN* :
وبناء عليه، فإن الكوثر غير الحوض الذي يرده المسلمون قبل الجنة، ولكن هذا الحوض يستمد من الكوثر الذي هو داخل الجنة
"Olehnya itu, Al-Kau-tsar tidak sama dengan Al-Haudh yang akan didatangi oleh kaum muslimin sebelum (memasuki) surga, akan tetapi Al-Haudh akan mendapatkan (aliran air) dari Al-Kautsar yang berada didalam surga".
(Fatawa Asy-Syabakah Al-Islamiyah Fatwa no. 58851).
Sehingga perbedaan antara Al-Haudh dan Al-Kau-tsar adalah :
~ Al-Kau-tsar berada didalam surga, sedangkan Al-Haudh (telaga Nabi ﷺ) berada dipadang mahsyar.
~ Al-Kau-tsar adalah sungai yang sangat besar yang merupakan sumber air yang akan mengalirkan air ke Telaga Nabi ﷺ.
- - - - -
4- Orang-Orang Yang Terlarang Mendekati Telaga Nabi ﷺ Atau Yang Akan Diusir Darinya :
= Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Munajjid berkata :
يمكننا أن نجملهم بهذه الطوائف :
1. مرتدون عن الإسلام بعد وفاة النبي صلى الله عليه وسلم ، وكانوا أسلموا في حياته ورأوه وهم على الإسلام.
2. مرتدون عن الإسلام في أواخر حياته صلى الله عليه وسلم ، ولم يكن يعلم بكفرهم.
3. أهل النفاق ممن أظهر الإسلام ، وأبطن الكفر.
4. أهل الأهواء الذين غيَّروا سنَّة النبي صلى الله وسلم وهديه ، كالروافض ، والخوارج.
5. وبعض العلماء يُدخل فيهم : أهل الكبائر ، وله ما يؤيد من السنَّة ، فقد روى الإمام أحمد في مسنده ( 9 / 514 ) عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ( سَيَكُونُ عَلَيْكُمْ أُمَرَاءُ يَأْمُرُونَكُمْ بِمَا لَا يَفْعَلُونَ فَمَنْ صَدَّقَهُمْ بِكِذْبِهِمْ وَأَعَانَهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ فَلَيْسَ مِنِّي وَلَسْتُ مِنْهُ وَلَنْ يَرِدَ عَلَيَّ الْحَوْضَ ) وصححه المحققون.
ولفظ " أمتي " في الأحاديث يصدق على أهل القول الرابع ، والخامس ، ولفظ "أصحابي" و "أصيحابي" على الأقوال الثلاثة الأوَل.
Maka memungkinkan bagi kita mengumpulkan mereka (orang-orang yang akan terhalang dan terusir dari telaga Nabi ﷺ) menjadi beberapa golongan :
1- Orang yang keluar dari islam setelah wafatnya Nabi ﷺ, dimana mereka masuk islam ketika Beliau masih hidup dan masih beranggapan bahwa mereka masih beragama islam.
2- Orang yang keluar dari islam diakhir hidup Beliau ﷺ, dan Beliau belum mengetahui bahwa mereka telah kafir.
3- Orang-orang munafik yang menampakkan keislamannya tetapi menyembunyikan kekafirannya.
4- Pelaku bid’ah yang merubah sunnah dan petunjuk Nabi ﷺ, seperti Syi’ah Rafidhah dan Khawarij.
5- Sebagian ulama memasukkan : Para pelaku dosa besar (yang meninggal sebelum bertaubat), Dan diantara dalilnya dari hadits adalah apa yang diriwayatkan oleh Ahmad (9/514) dari Abdullah bin Umar ia berkatam bahwa Rasulullah ﷺ bersabda : (Akan ada para pemimpin yang berkuasa atas kalian, mereka menyuruh kalian apa yang tidak mereka lakukan. Barangsiapa membenarkan kedustaan mereka, dan mendukung kezhaliman mereka, berarti dia bukan golonganku dan aku bukan dari golongannya, dan ia tidak akan mendatangiku ditelaga”. Hadits ini shahih.
Sehingga lafazh “ummatku” dalam hadits-hadits (pada poin ke-2) diatas memasukkan golongan ke-4 dan ke-5, sedangkan lafazh “Ash-Habi” dan “U-shaihabi” memasukkan golongan 3 yang lainnya (yaitu ke-1,2 dan 3)”.
(Fatawa Al-Islam no. 125919).
* * * * *
- Semoga bermanfaat.
- Silahkan di SHARE tanpa perlu meminta izin selama tidak merubahnya.

Label : diusir dari telaga nabi,mereka yang diusir dari telaga nabi,golongan yang tidak bisa bertemu di telaga nabi,telaga nabi muhammad,telaga nabi,empat golongan yang diusir dari telaga,3 golongan yang diusir di telaga al kautsar,3 golongan yang diusir dari telaga kautsar,telaga nabi al katusar,10 golongan wanita yang diusir dari surga,golongan diusir dari telaga kautsar,ini orang yang diusir dari telaga nabi,golongan yang tidak mendapat syafaat nabi

No comments:

Post a Comment