Saturday, 17 August 2024

UCAPAN LISAN GAMBARAN APA YANG ADA DALAM HATI

Sumber :

https://www.facebook.com/share/p/2EHAczpHvwGW9Jmm/

Sebagian orang mengatakan kepada yang lainnya, "Kamu hasad, kamu iri, kamu tidak ikhlas! " dan yang lainnya dalam perkara amalan hati. Jika memastikan bahkan seperti demikian keadaannya, maka ini perkara yang ghaib, yang hanya Allah Ta'ala saja yang mengetahui apa yang ada dalam dada seseorang. 

Allah Ta'ala berfirman, 

يَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَيَعْلَمُ مَا تُسِرُّونَ وَمَا تُعْلِنُونَ وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ

Dia mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi, dan mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu nyatakan. Dan Allah Maha Mengetahui segala isi hati. (At-Taghabun: 4).

Namun perkataan, ucapan lisan, omongan dan ocehan seseorang, itu bisa menggambarkan apa yang ada dalam hati seseorang. 

Yahya bin Mu’adz rahimahullahu Ta’ala berkata,

القلوب كالقدور في الصدور تغلي بما فيها ومغارفها ألسنتها فانتظر الرجل حتى يتكلم فإن لسانه يغترف لك ما في قلبه من بين حلو وحامض وعذب وأجاج، يخبرك عن طعم قلبه اغتراف لسانه» حلية الأولياء لأبي نعيم 

“Hati itu seperti periuk dalam dada yang menampung isi di dalamnya. Sedangkan lisan itu bagaikan gayung. Lihatlah kualitas seseorang ketika dia berbicara. Karena LISANNYA itu akan mengambil apa yang ada dari dalam periuk yang ada dalam HATINYA, baik rasanya itu manis, asam, segar, asin (yang sangat asin), atau selain itu. Rasa (kualitas) hatinya akan tampak dari perkataan lisannya.” (Hilyatul Auliya’, 10/36). 

Berkata Ibnul Qayyim rahimahullah, 

أي كما تطعم بلسانك طعمَ ما في القدور من الطعام فتدرك العلم بحقيقته، كذلك تطعم ما في قلب الرجل من لسانه، فتذوق ما في قلبه من لسانه، كما تذوق ما في القدر بلسانك. الداء والدواء (ص ١٨٧)

"Yakni, sebagaimana engkau mencicipi rasa makanan yang ada di dalam periuk dengan lidahmu sehingga engkau tahu hakikat rasanya." 

"Demikian pula, engkau bisa mengetahui apa yang ada di DALAM HATI seseorang melalui UCAPAN LISANNYA sehingga engkau bisa merasakan apa yang ada di hati seseorang melalui lisannya sebagaimana engkau mencicipi rasa makanan di dalam periuk dengan lidahmu." (Ad Da'u wad Dawa' halaman 187).

Sumber : https://www.al-badr.net/muqolat/5418 

Abu Fadhel Majalengka

No comments:

Post a Comment