NASIHAT UNTUK BERBAKTI KEPADA KEDUA ORANGTUA
Apabila Anda ingin berhasil di dunia dan di akhirat, maka kerjakanlah beberapa pesan berikut ini:
1. Berbicaralah kepada kedua orangtua anda dengan sopan santun. Jangan pernah berkata: “Ah..!” kepada keduanya, jangan pernah menghardik mereka serta berkatalah kepadanya dengan ucapan yang baik.
2. Taatilah selalu kedua orangtua anda selama tidak dalam kemaksiatan. Sebab, tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Allah.
3. Berlemah-lembutlah kepada kedua orangtua anda. Jangan pernah bermuka masam di hadapannya, dan jangan memelototi mereka dengan marah.
4. Jagalah nama baik, kehormatan, beserta harta benda kedua orang tua. Janganlah mengambil sesuatu pun tanpa seizin mereka.
5. Lakukanlah hal-hal yang bisa meringankan pekerjaan orangtua, walaupun ini tanpa diminta oleh mereka. Belikan keperluan mereka dan sungguh-sungguhlah dalam berbakti kepada mereka.
6. Musyawarahkanlah segala urusanmu dengan orangtua, dan mintalah maaf kepada mereka jika terpaksa berselisih pendapat.
7. Bersegeralah memenuhi panggilan orangtua dengan senang dan berseri-seri.
8. Hormatilah sanak kerabat serta teman-teman orangtua, saat masih hidup maupun setelah meninggal.
9. Jangan pernah membantah orangtua, dan janganlah menyalahkan mereka. Jelaskanlah kebenaran dengan cara yang sopan lagi santun.
10. Janganlah pernah membantah perintah mereka dan jangan meninggikan suara anda di hadapan mereka. Dengarkanlah ucapan mereka, bersikap santun, dan hormatilah mereka.
11. Bangkitlah jika orangtua menemui anda, salamilah dan sambutlah mereka dengan sebaik-baiknya.
12. Bantu ibu di rumah dan jangan terlambat membantu pekerjaan ayah.
13. Jangan meninggalkan orangtua jika mereka belum mengizinkan, meskipun untuk urusan penting. Jika terpaksa harus pergi, mintalah maaf kepada mereka dan jagalah hubungan dengan mereka.
14. Janganlah masuk ke kediaman atau kamar orangtua sebelum mendapatkan izin dari keduanya, terutama di waktu istirahat dan sewaktu tidur.
15. Jangan makan sebelum orangtua dan jangan mencela mereka jika berbuat sesuatu yang tidak anda sukai.
16. Jangan mengutamakan istri dan anak-anak anda atas orangtua. Selalu meminta restu serta ridho mereka sebelum mengerjakan sesuatu; karena ridho Allah terletak pada ridho orangtua, dan kemurkaan Allah terletak pada kemurkaan mereka.
17. Jangan duduk di tempat yang lebih tinggi dari tempat duduk orangtua dan janganlah bersikap congkak di hadapan mereka.
18. Jangan bersikap sombong kepada orangtua meski anda seorang pejabat tinggi. Jangan ingkari kebaikan mereka dan jangan menyakiti perasaan mereka.
19. Jangan bersikap kikir/bakhil/pelit kepada orangtua. Jangan sampai mereka mengemis kepada anda, sebab itu kehinaan bagi anda. Dan anda akan memperoleh balasan dari anak-anak anda kelak. Sungguh apa saja yang anda perbuat kini, maka anda akan mendapat balasannya di dunia dan akhirat.
20. Seringlah mengunjungi orangtua dan berilah hadiah. Sampaikan rasa terima kasih anda atas didikan serta jerih payah mereka. Lihat dan ambillah pelajaran dari anak-anak anda, yaitu beratnya mendidik mereka.
21. Orang yang paling berhak mendapat penghormatan dari anda adalah ibu, baru selanjutnya adalah ayah. Ketahuilah, Surga berada di bawah telapak kaki ibu.
22. Jangan menyakiti orangtua dan membuat orangtua marah, yang dengan itu akan menjadikan diri anda sengsara di dunia dan akhirat. Dan kelak, anak-anak anda pun akan memperlakukan anda sebagaimana anda memperlakukan kedua orangtua anda.
23. Apabila anda hendak meminta sesuatu kepada orangtua, maka bersikaplah dengan lemah lembut, serta jangan lupa untuk berterima kasih kepada mereka. Maafkan dan berlapang dada jika permintaan anda belum bisa mereka penuhi. Jangan terlalu banyak meminta sesuatu yang hal itu bisa merepotkan dan mengganggu mereka.
24. Apabila anda mampu, maka bekerjalah dan bantulah kedua orangtua anda.
25. Orangtua memiliki hak atas anda, dan istri anda juga mempunyai hak atas anda, maka tunaikanlah masing-masing hak mereka. Jika ada perselisihan, selesaikanlah segera dengan solusi yang terbaik.
26. Jika orangtua dan istri anda berselisih, bertindaklah bijaksana, berilah masing-masing hadiah istimewa, dan damaikan kedua belah pihak.
27. Kalau terjadi perselisihan tentang urusan perkawinan atau thalaq (talak), maka selesaikanlah ia menurut hukum Islam, karena itu adalah sebaik-baik hukum.
28. Do'a orangtua itu, baik atau buruk, dikabulkan oleh Allah. Maka itu berhati-hatilah terhadap do'a mereka untuk keburukan.
29. Bersikap sopan-santun kepada orangtua orang lain. Jangan mencaci mereka, sehingga mereka mencaci orangtua Anda. Nabi shollallahu 'alayhi wasallam bersabda:
مِنَ الْكَبَائِرِ شَتْمُ الرَّجُلِ وَالِدَيْهِ . قَالُوْا: يَا رَسُوْلَ اللهِ، وَهَلْ يَشْتِمُ الرَّجُلُ وَالِدَيْهِ؟ قَالَ: نَعَمْ، يَسُبُّ أَبَا الرَّجُلِ، فَيَسُبُّ أَبَاهُ، وَيَسُبُّ أُمَّهُ، فَيَسُبُّ أُمَّهُ
“Di antara dosa-dosa besar adalah cacian seseorang terhadap kedua orangtuanya.” Para Sahabat berkata: “Wahai Rasulullah, bagaimana mungkin seseorang mencaci kedua orang tuanya..?” Beliau menjelaskan: “Benar. Ia mencaci ayah orang lain, maka orang itu akan mencaci ayahnya. Apabila ia mencaci ibu orang lain, maka orang itu akan mencaci ibunya..” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
30. Kunjungilah kedua orangtua anda, selama mereka masih hidup; dan ziarahilah kubur mereka setelah mereka wafat. Bersedekahlah atas nama mereka, serta berdo'alah untuk kebaikan mereka.
رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِيْ صَغِيْرًا
"Ya Robbku, ampunilah aku dan juga kedua orangtuaku. Sayangilah keduanya sebagaimana mereka menyayangiku ketika kecil..”
Mudah-mudahan kita menjadi orang-orang yang shalih dan shalihah, dan mudah-mudahan anak-anak kita menjadi anak-anak yang shalih dan shalihah, yang taat kepada Allah dan Rosul-Nya serta berbakti kepada kedua orangtua.
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَاماً
“...Ya Robb kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa..” (QS. Al-Furqon 74)
رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ
“Ya Robbku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang yang tetap melaksanakan shalat, ya Robb kami, perkenankanlah do'aku..” (QS. Ibrahim :
رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ
"...Ya Robbku, berilah aku petunjuk agar aku dapat men-syukuri nikmat-Mu yang telah Engkau limpahkan kepada-ku dan kepada kedua orang tuaku dan agar aku dapat berbuat kebajikan yang Engkau ridhoi; dan berilah aku kebaikan yang akan mengalir sampai kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertobat kepada Engkau dan sungguh, aku termasuk orang muslim..” (QS. Al-Ahqâf : 15)
Mudah-mudahan bermanfaat bagi penulis, keluarga, para pembaca dan kaum muslimin.
Semoga sholawat dan salam senantiasa dilimpahkan kepada Rosulullah shollallahu 'alayhi wasallam, keluarga, para Sahabatnya, dan para pengikut beliau yang baik sampai hari Kiamat.
Ditulis oleh Ustadz Yazid bin Abdul Qodir Jawaz, رحمه الله تعالى
Referensi : https://bbg-alilmu.com/archives/31123
No comments:
Post a Comment