Monday, 15 July 2024

JANGAN BERDEBAT DENGAN ORANG BODOH

Orang yang bodoh dalam beragama adalah orang yang tidak mau menggunakan akal berpikirnya untuk dapat rujuk terhadap dalil-dalil  yang ALLAAH dan Rasul sampaikan, ia sibuk dengan akal serta hawa nafsunya tanpa mau menggunakan dalil yang Rasulullah contohkan sebagai hujjahnya dalam beragama.

Kebiasaan orang-orang yang bodoh dalam beragama ditandai dengan keinginannya untuk terus dapat berdebat mempertahankan argumennya dengan tanpa disertai dalil-dalil yang shahih, dan iapun tidak mau rujuk dengan dalil yang shahih, walaupun sebetulnya ia menganggap bahwa dalil tersebut benar.

Imam Syafi'i Rahimahullah dalam sikap menghadapi orang-orang bodoh yang demikian, beliau Rahimahullah menyampaikan :

ﺍِﺫَﺍ ﻧَﻄَﻖَ ﺍﻟﺴَّﻔِﻴْﻪُ ﻭَﺗُﺠِﻴْﺒُﻬُﻔَﺦٌﺮْﻳَ ﻣِﻦْ ﺍِﺟَﺎﺑَﺘِﻪِ ﺍﻟﺴُّﻜُﻮْﺕُ

"Apabila orang bodoh mengajak berdebat denganmu, maka sikap yang terbaik adalah diam, tidak menanggapi."

ﻓَﺎِﻥْ ﻛَﻠِﻤَﺘَﻪُ ﻓَﺮَّﺟْﺖَ ﻋَﻨْﻬُﻮَﺍِﻥْ ﺧَﻠَّﻴْﺘُﻪُ ﻛَﻤَﺪًﺍ ﻳَﻤُﻮْﺕُ

"Apabila kamu melayani, maka kamu akan susah sendiri. Dan bila kamu berteman dengannya, maka ia akan selalu menyakiti hati."

ﻗَﺎﻟُﻮْﺍ ﺳَﻜَﺖَّ ﻭَﻗَﺪْ ﺧُﻮْﺻِﻤَﺖْ ﻗُﻠْﺖُ ﻟَﻬُﻤْﺎِﻥَّ ﺍﻟْﺠَﻮَﺍﺏَ ﻟِﺒَﺎﺏِ ﺍﻟﺸَّﺮِ ﻣِﻔْﺘَﺎﺡُ

"Apabila ada orang bertanya kepadaku,“jika ditantang oleh musuh, apakah engkau diam ??”

Jawabku kepadanya : “Sesungguhnya untuk menangkal pintu-pintu kejahatan itu ada kuncinya.”

ﻭَﺍﻟﺼُّﻤْﺖُ ﻋَﻦْ ﺟَﺎﻫِﻞٍ ﺃَﻭْ ﺃَﺣْﻤَﻖٍ ﺷَﺮَﻓٌﻮَﻓِﻴْﻪِ ﺃَﻳْﻀًﺎ ﻟِﺼَﻮْﻥِ ﺍﻟْﻌِﺮْﺽِ ﺍِﺻْﻠَﺎﺡُ

"Sikap diam terhadap orang yang bodoh adalah suatu kemuliaan. Begitu pula diam untuk menjaga kehormatan adalah suatu kebaikan"

Kemudian Imam Syafi'i berkata :

ﻭَﺍﻟﻜَﻠﺐُ ﻳُﺨْﺴَﻰ ﻟَﻌَﻤْﺮِﻯْ ﻭَﻫُﻮَ ﻧَﺒَّﺎﺡُ

"Apakah kamu tidak melihat bahwa seekor singa itu ditakuti lantaran ia pendiam ?? Sedangkan seekor anjing dibuat permainan karena ia suka menggonggong ??"

("Diwan As-Syafi’i” karya Yusuf Asy-Syekh Muhammad Al-Baqa’i).

BERSABARLAH MENGHADAPI ORANG YANG BODOH.

Menghadapi orang yang merasa paling benar padahal sebenarnya adalah orang2 bodoh atau jahil terhadap Dienullaah, memang tidak bisa lagi dengan argumen. Dan jawaban terbaik bagi orang seperti ini adalah diam dan berpaling darinya.

“Tidak menjawab orang yang bodoh itu adalah sebuah jawaban”. Memang bukan hal yang mudah untuk melakukan hal ini, karenanya ALLAAH berfirman kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam :

وَاصْبِرْ عَلَى مَا يَقُولُونَ وَاهْجُرْهُمْ هَجْراً جَمِيلاً -١٠-

“Dan bersabarlah (Muhammad) terhadap apa yang mereka katakan dan tinggalkanlah mereka dengan cara yang baik.” (Al-Muzzamil : 10).

ALLAAH berpesan untuk bersabar menghadapi mereka karena menahan diri untuk tidak membalas bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Setelah itu tinggalkanlah mereka dengan cara yang baik.

Cara ini lebih menyakitkan bagi mereka dibanding kita membalasnya. Karena tujuan mereka memang memancing kita untuk berdebat.

Kebenaran harus disampaikan sesuai dng ketentuan ALLAAH dan Rasul-nya. Walaupun dalam menyampaikan kebenaran tsbut kita harus mendapatkan tuduhan2 yg tidak beralasan dan itu adalah hal yg wajar, karena kebenaran itu umumnya banyak yg tidak disukai dan sulit untuk diterima oleh akal dan perasaan manusia. Dan kebenaran tidak perlu pula dibela dengan hal-hal yang hal2 yg kotor seperti cacian. Diam bukan berarti kalah ataupun salah, diam saat dicaci adalah tanda orang berakal. Dan ikut terpancing untuk mencaci berarti kita sama bodohnya dengan si pencaci itu.

Kebenaran itu ada pemiliknya, dan Sang Pemilik Kebenaran tidak akan tinggal diam.

Kita membawa nama Islam dalam berdakwah, bukan membawa nama pribadi. Maka kita tidak punya hak sedikitpun untuk melakukan sesuatu tindakan yang bodoh yg akan semakin merusak  ajaran Islam.

Tak perlulah kita berdebat dng orang bodoh, karena kalau kita berdebat dng orang bodoh justru akan membuat diri kitapun jadi bodoh dan hina. 

Maka DIAM saja itu PENYELAMAT, daripada diteruskan saling berbantahan yang TIADA KESUDAHAN.

Imam Syafi'i Rahimahullah dalam SIKAP MENGHADAPI ORANG-ORANG JAHIL berkata :

ﺍِﺫَﺍ ﻧَﻄَﻖَ ﺍﻟﺴَّﻔِﻴْﻪُ ﻭَﺗُﺠِﻴْﺒُﻬُﻔَﺦٌﺮْﻳَ ﻣِﻦْ ﺍِﺟَﺎﺑَﺘِﻪِ ﺍﻟﺴُّﻜُﻮْﺕُ

"Apabila orang bodoh mengajak berdebat denganmu, maka sikap yang terbaik adalah diam, tidak menanggapi."

ﻓَﺎِﻥْ ﻛَﻠِﻤَﺘَﻪُ ﻓَﺮَّﺟْﺖَ ﻋَﻨْﻬُﻮَﺍِﻥْ ﺧَﻠَّﻴْﺘُﻪُ ﻛَﻤَﺪًﺍ ﻳَﻤُﻮْﺕُ

"Apabila kamu melayani, maka kamu akan susah sendiri. Dan bila kamu berteman dengannya, maka ia akan selalu menyakiti hati."

Jangan pernah menganggap diam itu kalah ataupun salah, karena diam bukan berarti kalah atau salah. 

Kita sedang memperjuangkan Din ALLAAH bukan ingin memenangkan ego kita sendiri. Jadi janganlah sekali2 berdebat dengan orang  bodoh yg tidak mengerti dan tidak faham permasalahan.

Silahkan dishare untuk menyebarkan ilmu agama dan kebaikan. Jazakumullahu khairan.

Barakallahu fiikum.

No comments:

Post a Comment