Tuesday, 2 July 2024

INI HAKIKAT KEKAYAAN

 Bismillah

INI HAKIKATNYA

Sebagian manusia bekerja, siang malam, kedinginan, dan kepanasan tetapi tidak mendapat kecuali sedikit dari rupiah.

Sebagian manusia hanya duduk di atas meja, ruangan ber-AC, sedikit bergerak tapi mendapatkan banyak dari harta dunia.

Itulah rezeki, Allah-lah yang mengaturnya, Dia melapangkan kepada siapa yang dikehendaki dan menahannya dari siapa yang dikehendaki-Nya.

Tapi masalahnya adalah pemahaman kita tentang arti dari KEKAYAAN.

Apakah itu ?

Siapakah orang kaya yang sesungguhnya ?

Selama seseorang tidak memahami hakekatnya maka ia akan berada di dalam kubangan kekurangan dan kemiskinan walaupun hartanya melimpah.

Mari kita perhatikan sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam berikut :

ليس الغنى عن كثرة العرض و لكن الغنى غنى النفس.

"(Hakekat) kaya bukanlah dengan banyaknya harta benda, akan tetapi hakekat kaya adalah kaya jiwa."

[HR. Bukhari 6446, Muslim 1051].

Kaya jiwa, kaya hati inilah hakikatnya.

Karena kaya jiwa seseorang bisa tersenyum tulus dari hatinya yang lapang.

Karena kaya jiwa seseorang bisa berbagi rezeki walaupun hidup kekurangan.

Karena kaya jiwa makan, minum dan menjalani hidup dengan tenang tanpa stress walaupun hidup seadanya.

Tapi kalau jiwa miskin, maka kesusahan dan kesempitan yang di rasakan, tidak bahagia, sulit berinfaq dan berbagi, dan hidup sesalu di hantui kekurangan dan kekurangan.

Sudah saatnya kita merubah pandangan kita agar tidak menyesal.

Bacalah Al-Qur'an dan hadits-hadits Nabi, hadirilah kajian-kajian ilmu yang bermanfaat.

Mengejar dunia tanpa mengetahui hakikatnya, akan membuahkan kesempitan, kejenuhan, was-was, stress, dst.

Seseorang akan mengalami kejenuhan, ya kejenuhan.

Kebahagiaan ada dalam kekayaan jiwa, dan ketaatan pada Allah.

Silahkan dishare untuk menyebarkan ilmu agama dan kebaikan. Jazakumullahu khairan.

Ustadz Abu Ya'la Kurnaedi, Lc. حفظه الله تعالى.

Sumber : BBG AI-lmu.


No comments:

Post a Comment