Monday, 10 June 2024

MENGGHIBAH DA'I YANG MENYIMPANG

Ketika ada seorang dai yg menyimpang, yg menyebarkan penyimpangannya, baik melalui mimbar² atau medsos, maka bukanlah termasuk ghibah utk mengkritisi penyimpangannya.

Yg mengetahui penyimpangannya jangan diam saja. Justru yg diam saja, ini termasuk org yg menyembunyikan ilmu.

Berkata Ismail bin Ulayyah rahimahullah ttg mengkritisi seseorg demi maslahat agama atau orang banyak. 

إن هذا أمانة، ليس بغيبة 

"Ini adalah amanah, bukan ghibah!." (Al-Kifayah, al-Khatib: 61).

Berkata Syekh Shaleh Bin Fauzan hafidzahullah:

الداعية الذي لا يحذر من دعاة الضلال يعتبر من الكاتمين للعلم

Seorang da'i yg tdk memperingatkan dari da'i² yg sesat dia termasuk orang² yg menyembunyikan ilmu. (Syarh Ighotsatul Lahfan 03/02/1437).

Al-Allamah Abdul Muhsin Al-Abbad hafizhahullah ditanya :

ﻣﺎ ﻧﺼِﻴﺤﺘُﻚ - ﺣﻔﻈﻚ ﺍﻟﻠﻪ- ﻟﻤﻦ ﻳﻘﻮﻝ ﺍﻟﺮﺩُّ ﻋﻠﻰ ﺍﻟْﻤُﺨﺎﻟِﻒ ﻳُﺴﺒِّﺐ ﺍﻟﻔُﺮْﻗَﺔ ﺑﻴﻦ ﺍﻟﻤﺴﻠﻤِﻴﻦَ؛ ﻭﻟﻜﻦ ﺍﻟﻮﺍﺟِﺐ ﺍﻟﺴُّﻜﻮﺕُ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺨﻄﺄ؛ ﺣﺘَّﻰ ﺗﺠﺘﻤِﻊَ ﻛﻠﻤﺔُ المسلمين ؟

"Apa nasihat anda -hafizhakallah- kpd seorg yg mengatakan: Bantahan kpd org yg menyimpang itu akan menyebabkan perpecahan di antara kaum muslimin. Akan tetapi yg wajib adalah mendiamkannya kesalahan shg bersatulah kalimat kaum muslimin ?"

Beliau menjawab :

ﻫﺬﺍ ﻏﻴﺮُ ﺻﺤﻴﺢ ! ﻫﺬﺍ ﺑﺎﻃﻞٌ ! ﺑﻞ ﺍﻟﺨﻄﺄ - ﻳﻌﻨﻲ- ﻳُﺒﻴَّﻦ ﻭﻳُﻮﺿَّﺢ، ﻭﻻ ﻳُﺘﺮَﻙ ﻭﺃﻣَّﺎ ﻗﻀﻴﺔ ﺍﻟﺘَّﺮﻙ ﻣﻦ ﺃﺟﻞ ﺃﻥ ﻫﺬﺍ ﻳُﺴﺒِّﺐ ﻓُﺮﻗَﺔ؛ ﺑﻞ ﺍﻟﻔُﺮﻗَﺔ ﺣﺼﻠﺖ ﺑﺎﻟﻤﺨﺎﻟﻔﺎﺕ، ﻭﺍﻟﺨﺮﻭﺝ ﻋﻦ ﺍﻟﺠﺎﺩَّﺓِ؛ ﻓﺎﻟﻮﺍﺟﺐ ﻫﻮ ﺑﻴﺎﻥ ﺍﻟﺤﻖِّ، ﻭﺍﻟﺮﺩُّ ﻋﻠﻰ ﺍﻟْﻤُﺒﻄِﻞ

ﻭﺇﺫﺍ ﻛﺎﻥ ﺍﻟﺬﻱ ﺣﺼﻞ ﻣﻨﻪ ﺍﻟﺨﻄﺄ ﻟﻴﺲ ﻣﻦ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺒﺪﻉ؛ ﻭﺇﻧﻤﺎ ﻫﻮ ﻣﻦ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺴُّﻨَّﺔ - ﻭﺣﺼﻞ ﺍﻟﺨﻄﺄ- ﻓﺈﻧَّﻪ ﻳُﻨﺎﺻَﺢ ﻭﻳُﺮﻓَﻖ ﺑِﻪ؛ ﻷﻥَّ ﺍﻟﻤﻘﺼﻮﺩ ﻫﻮ ﺍﻹﺻﻼﺡ

"Ini tdk betul! ini (perkataan) batil! Bahkan kesalahan itu hrs dijelaskan, diterangkan dan tdk boleh dibiarkan. Dan adapun kasus membiarkan (kesalahan) dgn alasan krn hal ini akan menyebabkan perpecahan, bahkan perpecahan itulah terjadi krn adanya penyimpangan, keluar dari jalan yg benar. Maka yg wajib dilakukan adalah menjelaskan kebenaran dan membantah ahlul batil.

Dan jika org yg melakukan kesalahan itu bukan dari ahli bid'ah, hanya saja dari ahlusunnah dan melakukan kesalahan, maka ia dinasihati dgn lembut, krn yg dicari adalah perbaikan". [Syarh Sunan Abi Dawud Syaikh Al-Abbad kaset 338 menit ke 12 : 24].

Apalagi yg dikritisi atau dibicarakan adalah orang fasik yg menampakkan kefasikkannya atau ahlul bid'ah yg mengajarkan dan menyebarkan kebid'ahannya, maka ini lebih boleh lagi, karena didalamnya ada kemaslahatan agama. Menyelamatkan umat dari penyimpangannya. Agar umat tdk mengikuti kesesatannya.

Berkata Al-Imam Ahmad rahimahullah :

لا غيبـــة لأصحـــاب البـــدع .( طبقات الحنابلة (2/274).

“Tdk disebut ghibah utk membicarakan ahli bid'ah”. (Thabaqat al-Hanabilah : 2/274).

Berkata Ibrahim rahimahullah :

ليــس لصاحــب بدعــة غيبـــة (الإبانـــة(2/449).

“Membicarakan ahli bidah bukanlah ghibah.” (Al-Ibanah : 2/449).

Berkata Al-Hasan rahimahullah :

ليـس لصاحب بدعـة غيبـة، ولا لفاسق يعلن فسقـه غيبـة (شرح أصول السنة للألكائي (1/158)

“Membicarakan ahli bidah bukanlah ghibah. Dan menjelaskan kefasikan org fasik secara terang²an bukanlah ghibah.” (Syarh Ushulus Sunnah, karya al-Lalikai : 1/158).

Utk mencari suami atau isteri saja, mesti bertanya-tanya ttg calonnya. Dan yg ditanya jangan menyembunyikan kejelekan seseorg yg ditanya. Agar si calon ini terhindar dari keburukannya. Apalagi utk kemaslahatan agama yg lebih luas lagi.

عن فاطمة بنت قيس رضي الله عنها قالت: أتيت النبي صلى الله عليه وسلم، فقلت: إن أبا الجهم ومعاوية خطباني؟ فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم:‌”أما معاوية، فصعلوك لا مال له ، وأما أبوالجهم، فلا يضع العصا عن عاتقه

'Dari Fathimah binti Qais radhiyallahu ‘anha, ia berkata: ‘Aku mendatangi Nabi ﷺ lalu aku berkata, “Sesungguhnya Abul Jahm dan Mu’awiyah telah melamarku”. Lalu Rasulullah ﷺ berkata, “Adapun Mu’awiyah adalah org fakir, ia tdk mempunyai harta. Adapun Abul Jahm, ia tdk pernah meletakkan tongkat dari pundaknya (suka memukul)".' (HR. Bukhari Muslim).

Silahkan dishare untuk menyebarkan ilmu agama dan kebaikan. Jazakumullahu khairan.

AFM (Abu Fadel Majalengka حفظه الله).

No comments:

Post a Comment